Halik Ku Aing!: Benteng Libero Robby Darwis

vikingpersib.net—Jauh sebelum membela Persib Bandung, Robby Darwis sudah memiliki hobi bermain sepak bola. Pria kelahiran Lembang, 30 Oktober 1964 itu mencintai Persib dan sepak bola sejak kecil pula. Kecintaannya pada sepak bola mengantarnya menjadi legenda Persib Bandung.

Robby mulai bermain sepak bola di tim kampungnya, Arjuna, kemudian masuk Sekolah Sepak Bola (SSB) Capella. Di sanalah kedekatannya dengan Persib dimulai. Marek Janota, pelatih Persib kala itu, memanggil Robby karena membutuhkan pemain berpostur tinggi. Setelah peristiwa itu, Robby terpilih untuk ikut latihan bersama tim Persib.

Pada tahun 1979, Robby mulai bermain untuk tim junior Persib. Saat di Persib ia bermain menjadi bek, berbeda dari posisi penyerang dan gelandang serang saat di SSB Capella. Hingga dipromosikan ke tim utama Persib pada 1983, posisi bek tersebut terus diberikan pada Robby.

Bersama Persib Bandung, Robby berhasil membawa pulang beberapa gelar juara, di antaranya Perserikatan 1986, 1989-1990, 1993-1994, dan Liga Indonesia I 1994-1995. Semua prestasi Robby itu membuat Kelantan FA, klub sepak bola Malaysia, berani memboyong Robby ke negeri Jiran tahun 1989.

Peristiwa buruk menerpa Robby saat ia membela Kelantan FA. Dalam sebuah pertandingan, Robby dituduh memukul wasit yang memimpin duel Kelantan FA vs Singapura dalam laga perdananya di Liga Malaysia yang digelar di Singapura. Setelah peristiwa buruk itu terjadi, Robby diskors dari seluruh pertandingan selama tiga bulan.

Robby dilarang bermain untuk Timnas Indonesia di Sea Games 1989 Kuala Lumpur. Kejadian itu mengecewakan Robby yang sudah memiliki angan berkarier di luar negeri. Bek tinggi 177 cm itu pun kembali ke Indonesia setelah semusim memperkuat Kelantan FA.

Pulang ke tanah air, Robby kembali membela Persib hingga tahun 1999. Kemudian di akhir masa karir sepak bolanya, Robby berseragam Persikab Kab. Bandung. Setahun bersama Persikab, bek jangkung itu pensiun pada tahun 2000.

Pensiun sebagai pemain, Robby melanjutkan karirnya di dunia sepak bola sebagai pelatih. Ia melatih SSB Pro Duta pada periode 2004-2006. Kemudian ia menjadi jajaran pelatih Persib Bandung 2007-2012.

Kemudian ia menjadi pelatih PSB Bogor pada tahun 2015. Setelahnya ia menjadi Pelatih PSKC Kota Cimahi pada tahun 2017-2021. Dilansir dari transfermarkt.co.id, kini Robby berstatus sebagai Direktur Teknis di PSKC Kota Cimahi, sejak 6 November 2021.

Jika kita bernostalgia, ada sebuah ungkapan khas dari Robby Darwis. “Halik ku aing!” Ungkapan itu bernada tangguh. Ia akan mengerahkan seluruh tenaganya untuk menghentikan lawan yang merangsek pertahanan tim yang dibelanya. Mungkin itu salah satu alasan, mengapa Robby menjadi legenda.